Khilafah Islam ala Minhajin Nubuwwah Sudah Tidak Ada

Minggu, 07 Juni 2015

NU(Ahlussunnah wal Jamaah) dalam memandang khilafah

Hadist khilafah sudah tidak ada
Sa’id bin Jumhan berkata: “Safinah menyampaikan hadits kepadaku, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pemerintahan Khilafah pada umatku selama tiga puluh tahun, kemudian setelah itu dipimpin oleh pemerintahan kerajaan.” Lalu Safinah berkata kepadaku: “Hitunglah masa kekhilafahan Abu Bakar (2 tahun), Umar (10 tahun) dan Utsman (12 tahun).” Safinah berkata lagi kepadaku: “Tambahkan dengan masa khilafahnya Ali (6 tahun). Ternyata semuanya tiga puluh tahun.” Sa’id berkata: “Aku berkata kepada Safinah: “Sesungguhnya Bani Umayah berasumsi bahwa khilafah ada pada mereka.” Safinah menjawab: “Mereka (Bani Umayah) telah berbohong. Justru mereka adalah para raja, yang tergolong seburuk-buruk para raja”. (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).
Berdasarkan hadist ini khilafah islam hanya 30 tahun. Ada yang mengatakan ditambah dengan khilafahnya hasan bin ali.


Lalu ada hadist lain yang digunakan oleh hizbut tahrir dalam masalah ada khilafah lagi
“Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhyalahu ‘anhu, berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Kenabian akan menyertai kalian selama Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkat kenabian itu bila menghendakinya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian dalam waktu Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya. Kemudian akan datang kerajaan yang menggigit dalam waktu yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya dan diganti dengan kerajaan yang memaksakan kehendaknya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian. Lalu Nabi SAW diam”(HR Ahmad).

Maka dalam madzhab fiqih NU (Imam Syafi’i) menggabungkan dua dalil adalah lebih utama (wajib) daripada menggunakan satu dalil. Maka secara tegas Imam syafi’i dan imam Sufyan atsauiri dalam kitabnya dan diikuti ulama’ syafi’iyah lainnya mengatakan bahwa khilafah hanya 30 tahun + 1 orang lagi yaitu Umar bin abdul aziz yang memerintah pada masa bani umayyah selain mereka adalah kerajaan.
Karena jika tidak ditakwil dengan Umar bin abdul aziz maka berdasarkan hadist kedua diatas Umar bin abdul aziz masuk kategori kerajaan yang menggigit.

Dari sini sekali lagi kita tidak bisa menyalahkan orang NU yang sangat getol mengatakan bahwa khilafah islam tidak mungkin bangkit lagi karena sudah diramal oleh Rasul bahwa sudah tidak ada dan ditegaskan oleh mayoritas ulama’

Pancasila YES Khilafah NO

Pertanyaan Mendasar Kenapa Orang NU sangat fanatik pancasila dan menolak Khilafah?

Berikut dalilnya dalam sirah Annabawiyah:

Ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah antara Suhail bin amr (masih kafir) dengan Rasulullah yang secara teks merugikan umat muslim dimana salah satu perjanjiannya menyebutkan bahwa Rasulullah tidak boleh masuk Mekkah pada tahun itu dan jika ada orang Madinah ke Mekkah orang Mekkah berhak menahan namun jika ada orang Mekkah ke Madinah maka orang Mekkah berhak menjemput. Tapi walau merugikan umat muslim Rasulullah tetap menyuruh taat kepada perjanjian itu dan siapa yang melanggar akan tertimpa dosa.
Maka ditandatanganilah perjanjian tersebut dengan tulisan seperti ini: ''Dan perjanjian ini disetujui oleh Suhail bin amr dan Muhammad RASULULLAH''. Maka ketika ada kata RASULULLAH, Orang2 Quraisy protes mereka mengatakan:'' Jangan pakai gelar Rasulullah karena kami tidak yakin klo kamu Rasulullah''. Akhirnya Rasulullah memerintahkan Sayyidina Ali untuk menghapus gelar Rasulullah diganti dengan Muhammad bin Abdullah namun ditolak oleh sayyidina Ali. Akhirnya Rasulullah sendiri yang menghapus gelar Rasulullah itu diganti dengan Muhammad bin Abdulllah.

Kesimpulan.
1. Berdasarkan hadist ini perjanjian yang merugikan umat muslimpun wajib ditaati apalagi pancasila yang merupakan perjanjan antara kaum muslim dan orang kafir di Indonesia yang sangat condong ke Islam bahkan bisa dikatakan Islam seluruhnya.
2. Boleh mengganti gelar keislaman diganti gelar biasa. Contoh pada hadist diatas gelar Rasulullah diganti dengan Muhammad bin Abdullah. Maka dari sini diqiyaskan kalau Rasulullah saja boleh mengganti gelar keislamannya kenapa Indonesia tidak boleh menghapus islam diganti dengan pancasila. Lebih mulia mana Rasulullah dan Indonesia??
Dari sini kita tidak bisa menyalahkan orang NU yang mendukung pancasila dengan mengqiyaskannya dengan dalil diatas. Karena qiyas merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan hukum terhadap suatu permasalahan

Keutuhan Jasad Abuya Sayyid Muhammad al-Maliki Membuat Sejumlah Orang Salafi-Wahabi Bertobat

Kamis, 28 Mei 2015




*************
Setahun pasca wafatnya Alm abuya as Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al Hasani al Maliki, beliau wafat pada hari jumat 15 Ramadhan.1425H/ 29 Oktober 2004.M



Seperti kebiasaan di maqbara ma'laa Makkah arab saudi, jika jenazah sudah hancur maka akan dipindahkan ke tempat lain agar area lama itu dimasukkan jenazah yang baru.



Kemudian orang orang yg bertugas menggali makam itu (pihak berkuasa) melakukan penggalian makam Abuya, awalnya mereka berharap agar apa yang mereka temukan pasca 1tahun jenazah beliau sudah hancur,



Tapi ternyata tidak, JENAZAH Alm abuya as Sayyid Muhammad bin Alawi masih UTUH Tidak hancur, bahkan didalam makam beliau ada Bau yang sangat harum.



Dua tahun kemudian, mereka (pihak berkuasa) menggali kembali makam bliau "Alm as Sayyid Muhammad bin Alawi" Namun jenazah beliau pun juga masih utuh, Tidak hancur, bahkan RAMBUT dan KUKU beliau terlihat tumbuh panjang.



Lima tahun kemudian, Maka dilakukan hal yang sama, dan ternyata JENAZAH beliau juga tetap MASIH UTUH, tidak hancur, bahkan di dalam makam beliau TERCIUM AROMA WANGI YANG WANGINYA MELEBIHI WANGINYA KAYU GAHRU



"Subhanallah"



---------------------------
Kejadian ini sudah mentaubatkan orang-orang tetangga sebelah 'Salafi Wahhabi' yang menurut mereka, bahwa beliau "Abuya sayyid muhammad" adalah tokoh yang menganjurkan kesyirikan dan bid'ah. Nauudzu billah.



Sumber: Al Habib Segaaf bin Hasan Baharun. Bangil pasuruan.



*****************
Ket Foto. Dari kiri.
✔1. Alm Abuya as Sayyid Muhammad bin Alawi bin abbas al Maliki al Hasani.



✔2. Al Habib Umar bin Hafidz BSA (yaman)



✔3. Al Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri (yaman)

Golongan ASWAJA.?






Semua umat Islam mengaku AHLISUNNAH WAL JAMAAH (ASWAJA) namun jika TIDAK BERTAUHID maka tetap saja berada DILUAR BENTENG ALLAH SWT dan di jamin masuk NERAKA.


Maka, jadilah umat Islam yang BERTAUHID agar berada di dalam BENTENG ALLAH SWT walaupun anda seorang WAHABI, SYIAH, AHMADIYAH, HTI, IHWANUL MUSLIMIN , FPI, MUJAHIDIN INDONESIA, LDII, ISIS, TALIBAN, dan lain - lain.


Hadist Qudsi, dari Ali Bin Abhi Thalib Ra. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda: “Allah telah berfirman :


"esungguhnya Akulah Allah, tiada Tuhan yang selain Aku. Barangsiapa BERTAUHID kepada-Ku niscaya masuklah ia ke dalam benteng-Ku. Dan barangsiapa masuk benteng-Ku niscaya terselamatlah dia dari siksa-Ku" .[ HR. Syirazi ]


"HANYA ALLAH SWT SAJA YANG TAHU SIAPA - SIAPA DIANTARA HAMBANYA YANG BERTAUHID KEPADANYA"

Kacamata Hati




1— Ada seorang wanita naik taksi dan duduk di samping pak supir taksi, padahal kursi belakangnya kosong.


— Itu mungkin istri pak supir taksi.



2— Ada seorang laki-laki berjenggot panjang lewat di depan masjid saat orang-orang sedang sholat. Tapi ia lewat saja tidak masuk masjid ikut sholat.



— Ia mungkin sudah sholat di masjid lain yang langsung iqomah setelah adzan.



3— Saat naik kereta api, ada seseorang duduk disamping anda. Kemudian anda memberi salam, tapi ia tidak menjawab salam anda.



— Mungkin saja ia tidak mendengar salam anda.



Seringkali, kita hanya melihat peristiwa yang ada dihadapan kita melalui satu bagian yang nampak oleh mata kita saja. Andaikan kita berusaha membayangkan bagian lain dengan kacamata positif, niscaya akan ada banyak orang yang selamat dari kezhaliman kita.



Biasakanlah berfikir positif tentang orang lain, hati kita akan nyaman dan orang lain pun aman.



Seorang sholeh berkata: 



"Andaikan aku bertemu dengan seseorang, dan dari jenggotnya menetes sisa khamar, niscaya aku akan berkata: pasti ia diguyur oleh orang-orang jahat dengan khamar".



"Andaikan di atas sebuah bukit ada seseorang berkata: 'Akulah tuhan kalian yang maha tinggi', niscaya aku akan berkata: pasti ia sedang membaca ayat al-Qur`an tentang ucapan Fir'aun".



Betapa sulit bagi seseorang untuk mengetahui niatnya sendiri, lalu kenapa ia malah sibuk menilai niat orang lain?



Perlakukanlah sahabat-sahabat anda dengan penuh maaf dan melihatnya dari kacamata positif atas keburukan dan kekurangannya.



Berusahalah memberikannya sejuta alasan baik untuk segala kekurangannya. Dan jika anda tidak menemukan alasan itu, katakanlah: "Pasti ia mempunyai alasan baik yang belum aku ketahui".
____________




ﻓﺘﺎﺓ ﺗﺮﻛﺐ ﺟﺎﻧﺐ ﺳﺎﺋﻖ ﺍﻟﺘﺎﻛﺴﻲ ، ﻭﺍﻟﻤﻘﺎﻋﺪ ﺍﻟﺨﻠﻔﻴﺔ ﻓﺎﺭﻏﺔ !! 
— ﺃﻧﻬﺎ ﺯﻭﺟﺔ ﺳﺎﺋﻖ ﺍﻟﺘﺎﻛﺴﻲ ..



ﺭﺟﻞ ﺑﻠﺤﻴﺔ ﻃﻮﻳﻠﺔ ﻳﻤﺮ ﻣﻦ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ، ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺼﻠﻮﻥ ، ﻓﻴﻤﻀﻲ ﺩﻭﻥ ﺃﻥ ﻳﺪﺧﻞ ﻟﻠﺼﻼﺓ !!
— ﻟﻘﺪ ﺻﻠﻰ ﻓﻲ ﻣﺴﺠﺪ ﺁﺧﺮ ﺗﻘﺎﻡ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻣﺒﺎﺷﺮﺓ ﺑﻌﺪ ﺍﻷﺫﺍﻥ ..



ﺭجل ﺟﻠﺴﺖ ﺑﺠﺎﻧﺒﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻄﺎﺭ ، ﺃﻟﻘﻴﺖ ﺍﻟﺘﺤﻴﺔ ﻓﻠﻢ ﻳﺮﺩ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺴﻼﻡ !!
— ﺑﺒﺴﺎﻃﺔ ، ﻟﻢ ﻳﺴﻤﻌﻚ



ﻓﻲ ﺃﻏﻠﺐ ﺍﻷﺣﻴﺎﻥ ﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺮﻯ ﺳﻮﻯ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻮﺭﺓ، ﻓﺘﺨﻴﻞ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻵﺧﺮ ﺑﺸﻜﻞ ﺇﻳﺠﺎﺑﻲ ﻟﻜﻲ ﻻ ﺗﻈﻠﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻻ ﺗﺒﺨﺴﻬﻢ ﺣﻘﻮﻗﻬﻢ، ﺃﺣﺴﻦ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﺎﻵﺧﺮﻳﻦ ﻛﻲ ﺗﺮﻳﺢ ﻭﺗﺴﺘﺮﻳﺢ ..



ﻗﺎﻝ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ: ﻟﻮ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﺣﺪ ﺇﺧﻮﺍﻧﻲ ﻭﻟﺤﻴﺘﻪ ﺗﻘﻄﺮ ﺧﻤﺮﺍ ﻟﻘﻠﺖ ﺭﺑﻤﺎ ﺳﻜﺒﺖ ﻋﻠﻴﻪ. 



ﻭﻟﻮ ﻭﺟﺪﺗﻪ ﻭﺍقفا ﻋﻠﻰ ﺟﺒﻞ ﻭﻗﺎﻝ: ﺃﻧﺎ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﻷﻋﻠﻰ ﻟﻘﻠﺖ ﺃﻧﻪ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻵية..



ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺣﺪ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ : ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻟﻴﺼﻌﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﻧﻴﺘﻪ ﻓﻲ ﻋﻤﻠﻪ ، ﻓﻜﻴﻒ ﻳﺘﺴﻠﻂ ﻋﻠﻰ ﻧﻴﺎﺕ ﺍﻟﺨﻠﻖ ..



ﻭﺃﻟﺘﻤﺴﻮ ﻹﺧﻮﺍﻧﻜﻢ ﺃﻋﺬﺍﺭﺍ ﻭﺃﺣﺴﻨﻮﺍ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﺎﻵﺧﺮﻳﻦ ، ﻭﻗﻮﻟﻮﺍ ﺩﻭﻣﺎ : ﻟﻌﻞ ﻟﻪ ﻋﺬﺭﺍ ﻟﻢ نعرفه


JANGAN TINGGALKAN DZIKIR SETELAH SHOLAT






Barangsiapa sesudah shalat (fardhu) mengucapkan zikir;
"Subhanallah" (Maha Suci Allah) 33 kali dan
"Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah) 33 kali dan
"Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) 33 kali
lalu digenapkan yang keseratusnya dengan (membaca):
"Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir"
(Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah segala kekuasaan dan pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa),
maka akan terampuni dosa-dosanya (walaupun) sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim)



Subhanallah...
Semoga yang mengucapkan Aamiin di kolom komentar menjadi penegak islam, peyiar dakwah, ilmunya berlimpah, dapat memberikan pengajaran bagi penerus islam, menjadi penerus para Nabi dan Rasul, dan ketika wafatnya bisa mengucapkan kalimat dua syahadat, jasadnya harum menyengat, dan di akhirat masuk surga firdaus tanpa hisab bersama para Nabi dan Rasul. Aamiin

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=782917988472656&id=650435365054253&refid=7&_ft_=qid.6151354313890777686%3Amf_story_key.-7954060333621048240&__tn__=%2As

FPI DAN NU MENOLAK KERAS WAHABI,SYIAH DAN LIBERAL





Tabligh Akbar dalamRangka Haul KH Ishaq Yahya & Israa' Mi'raj 1436H bersama:

1. Al Habib Muhammad Rizieq Syihab (Imam FPI)
2. KH Hasyim Muzadi (PBNU)

Pada : Jum'at Malam Sabtu :15 Mei 2015 /26 Rajab 1436
Waktu : Shalat Maghrib Berjamaah
Bertempat di : Masjid Al Awwabin (Pesantren Miftahul Ulum)
JL H Nawi 2/JL Madrasah Gandaria Selatan Cilandak Jakarta Selatan.

Acara ini sangat dibenci oleh kalangan Liberal. Sebab Selama ini Oknum liberal dalam tubuh NU selalu berusaha mengadu domba NU dengan FPI. Habib Rizieq menyatakan "NU bukan siapa siapanya FPI, NU adalah Orang tuanya FPI. NU amar Ma'rufnya dan FPI Nahi Munkarnya. NU dan FPI sama sama bermadhzab aqidah Asy'ariyah dan bermadzhab Fiqih Imam Syafi'i"

Dalam Tabligh Akbar ini Habib Rizieq diundang oleh Keluarga Besar Nahdlatul Ulama untuk menyampaikan Mauidhoh Hasanahnya. 
Ribuan Jamaah sangat antusias menyambut kedatangan Habib Rizieq. Terlihat Banser NU pun ikut mensukseskan Acara ini dengan Mengkawal Imam Besar FPI Habib Rizieq.

Ini Membuktikan Bahwa NU dan FPI bersatu dan tidak bisa dipecah belah. Pada inti ceramahnya, Habib Rizieq mendorong NU untuk memperkuat diri sebagai Rumah Besar Ahlussunah Wal Jama'ah untuk menghadapi 1001 Missionaris Madzhab Syi'ah, Wahabi, dan Liberal.

1001 Pelajar Indonesia sejak tahun 80-an diberikan beasiswa kuliah di Arab Saudi, namun ketika pulang membawa misi me-WAHABI-kan Ahlussunnah di Indonesia.

1001 Pelajar Indonesia sejak tahun 80-an diberikan beasiswa kuliah di Iran, namun ketika pulang mereka membawa misi Men-SYIAH-kan Ahlussunnah di Indonesia.

1001 Pelajar Indonesia sejak tahun 80-an diberikan beasiswa untuk kuliah Islam di Amerika, mereka belajar Islam kepada orang Yahudi dan Nasrani. Ketika pulang, mereka membawa misi Me-LIBERAL-kan Ahlussunnah di Indonesia.

"Pertanyaanya, apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi 1001 doktor lulusan Wahabi, Syi'ah, dan Liberal ?

Tidak mungkin kita menghadapi mereka dengan Pentungan, Otot, Fisik, bakar-bakaran, bunuh-bunuhan. Hujjah harus dilawan dengan Hujjah, Ilmu harus dilawan dengan ilmu, Argumentasi lawan dengan Argumentasi. Mereka tidak berani melawan kita dengan otot. Kalau mereka nantang dengan otot, biarkan Laskar FPI yang ngadepin. Banser istirahat dulu karena Tahun 1965 Banser cape perang melulu sama PKI, jadi gantian. 
Biarin FPI yang gebug liberal, gebug aliran-aliran sesat, Setuju ?" Serempak Jama'ah NU yang hadir mengatakan. 
"SETUJUU!!!"


Re-Copyright @ 2015 Media Share Aswaja. Re-Designed by AvD from AvD | AvD Brawijaya