Selamatkan Generasi Muda NU

Selasa, 29 Maret 2016






"An-Nahdliyyun Baina Al-Mutasyaddidin Wa Al-Libraliyyin."
(Merefleksi gairah pemuda nahdliyyin).
Oleh:Moh Nasirul Haq

"Nahdlatul Ulama'" atau NU (Nahdlatul Oelama') merupakan Organisasi Islam terbesar di Indonesia. Namanya harum terkenal diseluruh dunia sebagai penyebar akidah bermanhaj Ahlussunnah Wal Jama'ah bahkan PCINU-PCINU saat ini sudah bertebaran diseluruh dunia. Pada masa awal pendirian NU banyak orang berbondong-bondong masuk NU dari generasi pemuda-pemudinya (IPPNU, Anshor, Fatayat, Muslimat) hingga kalangan Cendikiawan, Kiai dan Pemerhati. Sebab NU sebagai wadah pemersatu para Ulama' dan orang-orang yang mencintai Ulama', sebuah organisasi yang tidak berhaluan garis keras tapi tegas dengan keadaan.

Kacamata Hati

Kamis, 28 Mei 2015




1— Ada seorang wanita naik taksi dan duduk di samping pak supir taksi, padahal kursi belakangnya kosong.


— Itu mungkin istri pak supir taksi.



2— Ada seorang laki-laki berjenggot panjang lewat di depan masjid saat orang-orang sedang sholat. Tapi ia lewat saja tidak masuk masjid ikut sholat.



— Ia mungkin sudah sholat di masjid lain yang langsung iqomah setelah adzan.



3— Saat naik kereta api, ada seseorang duduk disamping anda. Kemudian anda memberi salam, tapi ia tidak menjawab salam anda.



— Mungkin saja ia tidak mendengar salam anda.



Seringkali, kita hanya melihat peristiwa yang ada dihadapan kita melalui satu bagian yang nampak oleh mata kita saja. Andaikan kita berusaha membayangkan bagian lain dengan kacamata positif, niscaya akan ada banyak orang yang selamat dari kezhaliman kita.



Biasakanlah berfikir positif tentang orang lain, hati kita akan nyaman dan orang lain pun aman.



Seorang sholeh berkata: 



"Andaikan aku bertemu dengan seseorang, dan dari jenggotnya menetes sisa khamar, niscaya aku akan berkata: pasti ia diguyur oleh orang-orang jahat dengan khamar".



"Andaikan di atas sebuah bukit ada seseorang berkata: 'Akulah tuhan kalian yang maha tinggi', niscaya aku akan berkata: pasti ia sedang membaca ayat al-Qur`an tentang ucapan Fir'aun".



Betapa sulit bagi seseorang untuk mengetahui niatnya sendiri, lalu kenapa ia malah sibuk menilai niat orang lain?



Perlakukanlah sahabat-sahabat anda dengan penuh maaf dan melihatnya dari kacamata positif atas keburukan dan kekurangannya.



Berusahalah memberikannya sejuta alasan baik untuk segala kekurangannya. Dan jika anda tidak menemukan alasan itu, katakanlah: "Pasti ia mempunyai alasan baik yang belum aku ketahui".
____________




ﻓﺘﺎﺓ ﺗﺮﻛﺐ ﺟﺎﻧﺐ ﺳﺎﺋﻖ ﺍﻟﺘﺎﻛﺴﻲ ، ﻭﺍﻟﻤﻘﺎﻋﺪ ﺍﻟﺨﻠﻔﻴﺔ ﻓﺎﺭﻏﺔ !! 
— ﺃﻧﻬﺎ ﺯﻭﺟﺔ ﺳﺎﺋﻖ ﺍﻟﺘﺎﻛﺴﻲ ..



ﺭﺟﻞ ﺑﻠﺤﻴﺔ ﻃﻮﻳﻠﺔ ﻳﻤﺮ ﻣﻦ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ، ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺼﻠﻮﻥ ، ﻓﻴﻤﻀﻲ ﺩﻭﻥ ﺃﻥ ﻳﺪﺧﻞ ﻟﻠﺼﻼﺓ !!
— ﻟﻘﺪ ﺻﻠﻰ ﻓﻲ ﻣﺴﺠﺪ ﺁﺧﺮ ﺗﻘﺎﻡ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻣﺒﺎﺷﺮﺓ ﺑﻌﺪ ﺍﻷﺫﺍﻥ ..



ﺭجل ﺟﻠﺴﺖ ﺑﺠﺎﻧﺒﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻄﺎﺭ ، ﺃﻟﻘﻴﺖ ﺍﻟﺘﺤﻴﺔ ﻓﻠﻢ ﻳﺮﺩ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﺴﻼﻡ !!
— ﺑﺒﺴﺎﻃﺔ ، ﻟﻢ ﻳﺴﻤﻌﻚ



ﻓﻲ ﺃﻏﻠﺐ ﺍﻷﺣﻴﺎﻥ ﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺮﻯ ﺳﻮﻯ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻮﺭﺓ، ﻓﺘﺨﻴﻞ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻵﺧﺮ ﺑﺸﻜﻞ ﺇﻳﺠﺎﺑﻲ ﻟﻜﻲ ﻻ ﺗﻈﻠﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻻ ﺗﺒﺨﺴﻬﻢ ﺣﻘﻮﻗﻬﻢ، ﺃﺣﺴﻦ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﺎﻵﺧﺮﻳﻦ ﻛﻲ ﺗﺮﻳﺢ ﻭﺗﺴﺘﺮﻳﺢ ..



ﻗﺎﻝ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ: ﻟﻮ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﺣﺪ ﺇﺧﻮﺍﻧﻲ ﻭﻟﺤﻴﺘﻪ ﺗﻘﻄﺮ ﺧﻤﺮﺍ ﻟﻘﻠﺖ ﺭﺑﻤﺎ ﺳﻜﺒﺖ ﻋﻠﻴﻪ. 



ﻭﻟﻮ ﻭﺟﺪﺗﻪ ﻭﺍقفا ﻋﻠﻰ ﺟﺒﻞ ﻭﻗﺎﻝ: ﺃﻧﺎ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﻷﻋﻠﻰ ﻟﻘﻠﺖ ﺃﻧﻪ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻵية..



ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺣﺪ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ : ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻟﻴﺼﻌﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﻧﻴﺘﻪ ﻓﻲ ﻋﻤﻠﻪ ، ﻓﻜﻴﻒ ﻳﺘﺴﻠﻂ ﻋﻠﻰ ﻧﻴﺎﺕ ﺍﻟﺨﻠﻖ ..



ﻭﺃﻟﺘﻤﺴﻮ ﻹﺧﻮﺍﻧﻜﻢ ﺃﻋﺬﺍﺭﺍ ﻭﺃﺣﺴﻨﻮﺍ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﺎﻵﺧﺮﻳﻦ ، ﻭﻗﻮﻟﻮﺍ ﺩﻭﻣﺎ : ﻟﻌﻞ ﻟﻪ ﻋﺬﺭﺍ ﻟﻢ نعرفه


Ada seorang remaja bertanya kepada kakeknya:





“Kakek, apa gunanya aku membaca Al qur’an, sementara aku tidak mengerti arti dan maksud dari Al qur’an yang kubaca “.
Lalu si kakek menjawabnya dengan tenang:
“Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku dengan sekeranjang air. “
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tapi semua air yang dibawanya habis …sebelum ia sampai di rumah.
Kakeknya berkata :
“Kamu harus berusaha lebih cepat “
Kakek meminta cucunya kembali ke sungai. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong (tanpa air) sebelum sampai di rumah.
Dia berkata kepada kakeknya:
“tidak mungkin bisa membawa sekeranjang air. Aku ingin menggantinya dengan ember “
“Aku ingin sekeranjang air, bukan dengan ember “ Jawab kakek:
Si anak kembali mencoba, dan berlari lebih cepat lagi. Namun tetap gagal juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.
“Kakek…ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Air pasti akan habis di jalan sebelum sampai di rumah “
Kakek menjawab:
“Mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik apa yang terjadi dengan keranjang itu “
Anak itu memperhatikan keranjangnya, dan ia baru menyadari bahwa keranjangnya yang tadinya kotor berubah menjadi sebuah keranjang yang BERSIH, luar dan dalam.
“Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti sama sekali. Tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupanmu..
Subhanallah..Tidak ada yang sia-sia ketika kita membaca Al Qur’an.
Mari kita lebih sering lagi membacanya.
Meski tanpa tahu artinya, namun tetap berusaha untuk memahami artinya yah..



“ALLAHUMMA Ya Allah rahmatilah hidup kami dg Alqur'an, dan jadikanlah Alqur'an itu imam, cahaya, hidayah dan rahmat untuk kami dan keluarga kami..Aamiin”



Subhanallah...
Semoga yang "like" dan "bagikan" tausiyah ini semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan mendapatkan pasangan yang sakinah serta anak yang sholeh/sholeha hingga bisa masuk surga melalui pintu mana saja yang dikehendaki. Aamiin ya Rabbal'alamiin

CALON PENGHUNI SURGA

Selasa, 26 Mei 2015




Suatu ketika para sahabat duduk bersama Nabi di depan sebuah masjid. Sedang asyik bercengkrama sambil bercakap-cakap, Nabi tiba-tiba berkata,”Yang akan lewat ini nanti adalah calon penghuni surga!” Para sahabat penasaran siapa gerangan calon penghuni surga itu? Tak lama kemudian seorang lelaki yang berpakaian sederhana lewat di depan Nabi dan para sahabat sambil menenteng terompahnya. Lelaki ini tidak tampak istimewa, penampilannya sama dengan jama’ah masjid biasa.

Keesokan harinya Nabi dan para sahabat sedang duduk di depan masjid sambil bercakap-cakap seperti biasa. Tiba-tiba Nabi kembali berkata,”Yang lewat ini nanti adalah calon penghuni surga!” Para sahabat pun kembali dibuat penasaran sambil melongok ke kanan ke kiri siapa gerangan orang yang beruntung itu? Ternyata lelaki yang sama lewat di depan Nabi dan para sahabat sambil menjinjing terompahnya. Ali tak tahan dengan rasa penasarannya, ia memutuskan untuk membuntuti lelaki tersebut ikut pulang ke rumahnya. Tiba di rumah si fulan, Ali kemudian berkunjung dan bersilaturahmi.Ia pun bercakap-cakap sejenak dengan lelaki itu, namun tak ada yang istimewa dengan lelaki itu. Hingga menjelang malam, tak satu pun keistimewaan yang dapat dilihat oleh sahabat Ali dalam diri lelaki itu.

Ali memutuskan untuk ikut menginap di rumah si fulan, setelah memperoleh ijin pemilik rumah tentunya. Saat malam tiba, Ali bangun untuk menegakkan sholat malam beberapa malam. Sejenak kemudian ia menengok pemilik rumah si fulan. Ah ia tak bangun dari tidurnya, hanya saja tiap kali ia menggeser tubuhnya di atas dipan selalu ia ucapkan Allah, Allah, Allah... Demikianlah beberapa hari Ali menginap di rumah si fulan untuk mengetahui apa keistimewaan calon penghuni surga ini.

Keesokan harinya Ali berpamitan kepada si lelaki dan pulang ke rumahnya. Saat di masjid ia merenung, apa kelebihan lelaki itu sehingga ia dijanjikan masuk surga, sedangkan sholatnya seperti sholat para sahabat tak lebih. Sholat sunnah juga dalam takaran yang biasa, sholat sunnat qobliyah dan ba’diyah sholat wajib, tak lebih. Hingga akhirnya Ali tak tahan untuk menanyakan masalah ini kepada Nabi. “Wahai Nabi apakah kelebihan orang ini hingga ia dijanjikan masuk surga sedangkan ibadahnya saya lihat biasa-biasa saja?” Nabi pun tersenyum seraya berkata,” Orang ini tidak menyimpan dendam dalam hatinya, tidak pula kebencian kepada orang lain. Hatinya bersih dari noda hawa dan nafsu amarah, iri hati, dendam dan hasad. Hati yang bersih itulah yang menghantarkan ia masuk ke surga!” Subhanallah maha suci Allah yang mengangkat derajat orang-orang yang berhati bersih.

Emosi yang Indah



Bagaimana bisa emosi kecewa menyesal benci dendam menjalani kehidupan yang begitu indah damai penuh cahaya cinta Ilahiyah.
Karena semua adalah kehendakNya jalan lurusNya takdirNya yang justru untuk kekasihNya hambaNya yang telah tertulis Diciptakan manusia danbjin hanya untuk ibadah kepadaKu dan lainnya akan selalu dijamin Allah. 
Apa lagi yang diragukan diemosikan dikecewakan.?
hehehe. .

Seseorang Beserta Orang Yang Dicintai



Seseorang bersama “Seseorang beserta orang yang dicintai.”
Riwayat dari Abu Musa ra, mengatakan:
Seorang lelaki datang kepada Nabi saw, lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, seseorang mencintai suatu kaum dan ia tak pernah berjumpa dengan mereka.”

Rasulullah saw, bersabda:
Hadits mulia ini berniscaya bagi kita untuk mencintai kaum ahli ma'rifat (arifin), sekaligus menjadi berita gembira bahwa kita bersama mereka, manakala cinta kita benar. Bukankan agama itu tidak lain adalah cinta dalam Allah dan benci karena Allah? Maka diantara rahasia cinta sejati adalah sang arif diangkat ke wilayah maqom Sirr dan Keagungan ketika berdialog pada selain Dia.

Anak-anak sekalian! Ketahuilah bahwa Allah Yang Maha mengenal terhadap rahasia-rahasia para penempuh, Yang Melihat hasrat kaum arifin, memberikan tugas kepada mereka agar selaras dalam ‘ubudiyah, lalu mewujudkannya dengan prasyarat-prasyaratnya, agar tidak melampaui batas kehambaannya, jangan sampai memasuki batas Rububiyah.

Jangan sampai melampaui batas kefakiran melewati batas Kemahacukupan Allah Ta'ala.

Allah swt berfirman:
“Wahai manusia, kalian semua adalah fakir (butuh) kepada Allah, dan Allah adalah Maha Kaya dan Maha Terpuji.”

Segala sesuatu ini ada sebab, dan sebab bagi jalan keluar adalah ubudiyah yang benar. Allah swt berfirman:
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberi jalan keluar”.

Jalan keluar dari penyembahan selain Allah swt. Dan Allah “Memberi rizki” berupa rasa senang bahagia dan cinta serta rindu kepadaNya, “Tanpa bisa dihitung.”

Makna ayat tersebut dalam versi lain juga, “Siapa yang bertaqwa kepada Allah” dengan menjaga rahasia-rahasia diri dari bencana berpaling kepada selain Allah, “Maka Allah akan memberikan jalan keluar padanya,” dari hijab penjauhan dari Allah, “dan Allah memberikan rizki” berupa Musyahadah dan Wushul, “dari arah yang tak terduga.”

Begitu juga Allah menjadikan sebab kema'rifatan hamba kepada Tuhannya, melalui pengenalan hamba pada dirinya, “Siapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya.”

Maknanya:

Siapa yang mengenal dirinya dengan wujud kehambaannya, maka ia mengenal Tuhannya dengan RububiyahNya.
Siapa mengenal dirinya dengan fananya, maka dia mengenal Tuhannya dengan Baqa'Nya.
Siapa yang mengenal dirinya dengan kehambaan dan serba salahnya, maka ia mengenal Tuhannya dengan keselarasan dan anugerahNya.
Siapa mengenal dirinya dengan rasa butuhnya, maka dia mengenal Tuhannya dengan menegakkan rasa sangat terdesak untuk menuju hanya kepada dan bagi Allah.
Siapa mengenal dirinya hanya bagi Tuhannya, maka sedikit sekali kebutuhan kepada selain Allah.

Nabi Saw Bersabda:
“Siapa yang mengenal (ma'rifat) Allah, maka ia teguh dengan haknya.”

Maksudnya:

Siapa mengenal Allah melalui hidayah, maka ia pasti menyerahkan sepenuhnya kepadaNya.
Siapa mengenal Allah melalui RububiyahNya, ia tegak dengan prasyarat Ubudiyah kepadaNya.
Siapa mengenal Allah melalui balasanNya, maka terjadilah rasa mohon pertolongan padaNya.
Siapa mengenal Allah melalui kecukupan dariNya, maka ia tidak butuh kepada selain DiriNya.

Dalam riwayat, Allah swt memberi wahyu kepada Nabi Dawud as,: “Ingatlah, siapa yang mengenalKu, berarti menghendakiKu dan mencariKu. Siapa yang mencariKu akan bertemu denganKu. Siapa yang bertemu denganKu, pasti tidak akan pernah memilih kekasih selain DiriKu.”

Syeikh Abu Bakr al-Wasithy ra, mengatakan, “Siapa mengenal Allah ia mencintai Allah. Siapa mencintai Allah ia taat kepada Allah. Siapa yang taat kepada Allah segala sesuatu selain Allah akan terputus darinya.”

Siapa yang terhalang ma'rifat, akan terhalang manisnya taat. Siapa yang terhalang manisnya taat, terhalang bermesraan dalam khalwat (sunyi). Maka ia tak akan menemukan pandangan terhadap anugerah dalam beribadah, dan tidak mengenal kekuasaan Allah secara hakiki, hingga dalam berbagai situasi ia terkalahkan, lalu gugurlah dalam menjaga istiqomahnya Rahasia bersama Allah Ta'ala.

Syeikh Husuf al-Asbath ra, mengatakan:

Siapa yang mengenal Allah, sedang dalam qalbunya ada hasrat selain Allah, berarti tak pernah sujud yang sejati kepada Allah.
Siapa yang mengenal Allah, sedang ia tidak merasa cukup bersama Allah, maka Allah tidak pernah mencukupinya.
Siapa yang berkata, “Allah” namun dalam hatinya masih tersisa selain Allah, sesungguhnya ia tidak pernah berkata “Allah”.
Memang, siapa yang takut kepada Allah dalam segala hal, maka Allah memberikan rasa aman dari ancaman segala hal.
Siapa yang bahagia dengan Tuhannya, maka segala hal selain diriNya tak membuatnya gentar.
Siapa yang mencari kemuliaan kepada Yang Empunya Sifat Mulia, maka ia pun jadi mulia.
Siapa yang mencari kemuliaan selain DiriNya, maka tak ada kebanggaan dan tak ada kemuliaan yang didapatinya.
Siapa yang putus dari sebab akibat dunia yang bisa menyibukkan dari Allah swt, maka ia akan bertemu dengan segala kesibukan yang menyambungkan dirinya pada Allah swt.
Siapa yang meninggalkan ikatan ketergantungan pada makhluk, ia akan bahagia dalam seluruh waktunya.
Siapa yang merasakan manisnya dzikir pada Tuhannya, ia akan bosan mengingat selain Allah.
Siapa yang menyembunyikan rahasia hatinya, akan muncul rahasia-rahasia tersembunyi padanya.
Siapa yang menjadikan hasratnya adalah Satu hasrat kepadaNya, maka Allah mencukupi seluruh hasratnya.
Siapa yang mencari ridlo Tuhannya, ia tak akan pernah peduli dengan kebencian selain Allah.
Siapa yang merasa cukup puas dengan maqom (posisi ruhani)nya, ia malah terhijab dari apa yang di depannya (maqom lebih tinggi).
Siapa yang dekat kepada Allah, maka segala hal selain Allah terasa asing.
Siapa yang menghendaki kemuliaan dunia akhirat, hendaknya ia memutuskan diri hanya kepada Sang Pemilik dunia akhirat.
Siapa yang meninggalkan kebaikan menjaga diri, ia akan terpeleset dari jalan hidayah.
Siapa yang hendak minum dari Cinta Allah satu tegukan, hendaknya ia juga minum dengan memuntahkan segala hal selain Allah.
Siapa yang mesra bahagia dengan selain Allah, segalanya membuatnya jadi gentar.
Siapa yang hatinya tenteram pada selain Allah, maka ia tak dapat apa pun dari Allah swt.

Rasulullah saw, bersabda, “Siapa yang ketika dinihari hasratnya sudah tertuju pada selain Allah, maka ia tak akan dapat apa-apa.”

Dalam sebagian Kitab-kitab Allah swt berfirman:
“Siapa yang mengehendaki Kami, maka Kami menghendakinya. Siapa yang menghendaki anugerah Kami maka Kami memberikannya.

Siapa yang mencintai Kami, Kami mencintainya. Siapa merasa cukup pemberian dari Kami, maka Kami memberikan hanya padanya dan apa pun anugerah Kami. 

Ingatlah siapa yang mencariKu pasti bertemu denganKu, dan siapa yang mencari selain DiriKu, ia tak pernah menjumpaiKu.”

Dikatakan dalam KitabNya pula:

Siapa yang mencariKu dengan taubatnya, ia mendapatkanKu dengan MaghfirahKu.
Siapa yang mendapatkanKu dengan syukurnya atas nikmatKu, ia mendapatkanKu dengan tambahnya nikmat.
Siapa yang mencariKu melalui doa, ia dapatkan Diriku melalui Ijabah.
Siapa yang mencariKu dengan rasa pasrah diri kepadaKu, ia dapati DiriKu dengan Kecukupan dariKu.
Siapa yang mencariku dengan Kedekatan padaKu, ia jumpai Aku dengan kemesraan bahagia.
Siapa yang mencariKu dengan Cinta, ia dapatkan DiriKu dengan WushulKu.
Siapa yang mencariKu dengan penuh kerinduannya, ia dapatkan Aku dengan Perjumpaan dan melihat kepadaKu.

Sebagian Sufi mengatakan:

Siapa yang hanya bagi Allah swt , maka Allah swt. hanya baginya: Yakni siapa yang berselaras dalam urusan Allah swt, maka Allah swt, mengurusinya.
Siapa yang berada dalam Dzikrullah, maka Allah swt senantiasa mengingatnya.
Siapa yang berada dalam Cinta kepada Allah swt, maka Allah swt, dalam cintanya.
Siapa yang berada dalam jalan meraih Ridlo Allah swt, maka Allah swt, berada dalam Ridlo kepadanya. “Siapa yang berpegang teguh pada Allah maka benar-benar ia diberi hidayah jalan mustaqim (yang lurus menuju Allah).”

Rasulullah saw, bersabda:
“Siapa yang cinta bertemu Allah swt, maka Allah swt Cinta pula menemuinya. Siapa yang benci bertemu Allah swt,
Allah swt pun membenci bertemu dengannya.”

Aturan Hukum Kaum 'Arifin .
Diantara aturan kaum ‘Arifin:

Siapa yang diuji melalui amal ibadahnya sang hamba, maka hendaknya ia menggunakan pakaian dari besi.
Siapa yang rela pada sedikit dunia, ia akan istirahat dari kesibukan yang menumpuk.
Siapa yang ambisi pada dunia, pada saat yang sama ia sedang jauh dari Allah Ta'ala.
Siapa membuka tutup ketaqwaan, maka langit yang luhur tak akan menutupinya.
Siapa yang memandang akibat-akibat perkara yang dijalaninya, ia akan selamat dari tahun-tahun yang berganti.
Siapa yang tidak menerima sedikit, ia akan susah berkepanjangan.
Siapa mencabut pedang taqwa dari sarungnya, ia akan memukul leher-leher kontra Tuhannya.
Siapa yang terus menerus memanjakan kesenangan, selamanya akan terpedaya.
Siapa yang tidak bisa menjaga ucapannya, maka akan rusak perilakunya.
Siapa yang tidak mengenal tempat bahayanya, ia tidak mengenal tempat manfaatnya.
Siapa yang kontra dengan pergaulan kaum penyimpang agama, Allah swt, akan menggantikan dengan pergaulan orang-orang yang baik.
Siapa yang meraih kemuliaan tanpa kebenaran, Allah swt. akan menghinakannya dengan kebenaran.
Siapa yang menelantarkan hari-hari tanamnya, ia akan menyesal di hari-hari panennya.
Siapa yang pasrah diri pada selain Allah swt, maka pasrah diri itu dijadikan siksa oleh Allah swt, padanya.
Siapa yang rela kepada Allah sebagai Tempat Berserah diri, maka setiap kebaikan akan jadi bukti baginya, dan setiap kebaikan yang ditemuinya menjadi jalan baginya.
Siapa yang menemukan kemesraan akan keluhuran diri,ia tidak akan menemukan kepahitan cobaan. “Siapa yang di dunia ini buta hatinya, maka dia di akhirat lebih buta lagi.”

Diantara Wasiat 'Arifin
Disebutkan, ada tiga kalimat, dimana kaum terpilih dahulu saling memberikan wasiat satu sama lainnya:

Siapa yang beramal untuk akhiratnya, Allah swt, mencukupi urusan dunianya.
Siapa yang membagusi rahasia batinnya, Allah swt, membagusi dzohirnya.
Siapa yang membagusi apa yang ada antara dirinya dengan Allah swt, Allah swt, pun membagusi antara Dirinya dan makhluk manusia.

Sebuah syair dilantunkan:
Sungguh batin dan lahir manusia sama
Memandang dunia akhirat dan ingin puja
Bila lahir kontra batin maka sungguh tiada utama
Melainkan hanya kepayahan dan derita

Syair lain:
Siapa yang meraih kemuliaan pada Tuhannya
Itulah keagungan
Siapa yang melemparkan kemuliaan diri pada selain DiriNya
Itulah kehinaan
Jika saja ada seseorang yang dbagusi rajanya
Yang memenuhi kebetuhannya dalam satu sujud saja
Itu pun tak ada artinya


Hanyalah cinta



Hanyalah CINTA sebenarnya yang mampu menembus segala dimensi.

Namun mengapa banyak yang tidak pernah mengerti dan justru selalu mencari keribetan kesulitan permusuhan kebencian rasa dendam fitnah kesombongan kebohongan kecewa sesal keraguan kebingungan ketakutan penilaian prasangka merasa jelek merasa dosa merasa miskin merasa jahat yang semuanya justru mengotori jiwanya menjadi tidak tenang dan menjadi beban derita.

Akhirnya menyalahkan syaitan karena terpedaya dan yang kurang ajar menyalahkan Allah Sang Maha Segala karena tidak adilah karena dilahirkan sebagai orang jeleklah sebagai orang miskinlah sebagai orang jahatlah.
Mereka merasa itulah takdir hehehe.... 
Aneh. .
Mereka lupa semua adalah proses perjalanan dan semua proses ada langkah perjalanan maju penuh optimis semangat motivasi percaya diri keyakinan keiklasan kepasrahan total istiqomah rutin dalam syukur dalam cinta fokus hanya kepada Allah semua ibadah dan kehidupannya.
Demikian mudahnya dan otomatisnya perjalanan itu sebenarnya.
Hanyalah selalu DZIKRULLAH ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM dan selalu KHUSUSON KEPADA SIAPAPUN APAPUN DENGAN MEMBACA ALFATEHAH KEPADA ALLAH.
InsyaAllah semua jalan akan terang lancar damai bahagia syahdu penuh cinta adanya.
Amin... Alfatehah. .

MUDAH DAN OTOMATIS



MUDAH DAN OTOMATIS hehehe itu kata-kata yang selalu saya tuliskan.

Karena ya sebenarnya semua mudah dan otomatis bila kita menjalani kehidupan itu dengan iklas yakin pasrah tanpa pamrih penuh syukur penuh cinta dan dijalani dengan istiqomah fokus kepada Allah.

Yang menjadi ribet ruwet mbundet mumet ragu takut itu manusia itu sendiri terlalu banyak penilaian penghitungan.
Yang susahlah sulitlah gakbisalah hehehe....
Padahal semuanya mudah dan otomatis.



Resume ta'lim bersama Habib Muhammad bin Ahmad Al Habsyi (23 Mei 2015)

Senin, 25 Mei 2015

Resume ta'lim bersama Habib Muhammad bin Ahmad Al Habsyi kemarin siang menjelang sore di Mushola Bahrul Ulum Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang :
* Adab ketika ta'lim :
1. Murid yang menunggu guru bukan sebaliknya.
2. Dianjurkan untuk mempunyai wudlu ketika akan ta'lim.
3. Murid harus duduk dengan sopan dan menghadap ke guru serta tidak bergerak.
4. Murid tidak boleh berbicara sendiri ataupun tertawa sendiri.
5. Murid harus meniatkan ta'limnya dengan baik.
* Imam Ghozali," Ilmu yang bermanfaat itu ada tiga :
1. Ilmu yang membuatmu semakin takut kepada الله SWT.
2. Ilmu yang membuatmu tambah semangat dalam beribadah.
3. Ilmu yang membuatmu tambah zuhud di dunia ini."
* Sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat itu kebalikannya.
* Carilah sosok pengajar atau guru yang sanad ilmunya sampai kepada Rosuulullooh SAW. Sesuai Sabda Nabi," Kalau bukan karena sanad / mata rantai silsilah, maka dia akan berbicara seenaknya."
* Habib melanjutkan ta'lim tentang tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari الله tatkala tak ada naungan lainnya, yang tadi sampai golongan keempat yaitu:
4. Seseorang yang bersahabat / saling mengasihi yang berkumpulnya karena الله SWT dan berpisahnya karena الله SWT.
* Rosul SAW," Orang mu'min itu adalah orang yang mengasihi dan dikasihi. Dan sungguh bahayanya orang mu'min yang tidak mengasihi dan tidak dikasihi."
* Carilah teman yang baik dan jangan cari teman yang jelek.
* Carilah teman yang membuatmu bangga di akhirot dan jangan cari teman yang membuatmu malu di akhirot.
Walloohu a'lam bish showaab.

Uang kotak amal yang terkumpul hari ini sebesar. Rp. 50.300,- dan total kas sebesar Rp. 226.400,-
Semoga bermanfaat dan semoga selalu dinaungi keberkahan serta diliputi semangat dan keistiqomahan untuk beribadah khususnya untuk menghadir Majlis Ilmu yang telah kita rintis bersama.

Sampai jumpa minggu depan

Info Majlis bisa diikuti:
Grup Fb : https://www.facebook.com/groups/310560322481913/
Fanpage : https://www.facebook.comMajlisTaklimWalMaulidUniversitasBrawijaya
Twitter : https://twitter.com/MajlistaklimUb
WA/SMS : 085735007816
BBM : 546A7835

‪#‎WARNING‬
1. InsyaaALLOOH Selasa Malam Rabu tgl 26 Mei 2015/ 8 Sya'ban 1436 H rutinan Majlis Al Jazari FT UB pembacaan Maulid Habsyi bertempat di Sekretariat KBM Al Hadiid dimulai ba'da isya' awal (KHUSUS LAKI-.LAKI).
2. InsyaaALLOOH hari Kamis tgl 10 Sya'ban 1436 H/ 28 Mei 2015 ba'da ashar di Masjid Ibnu Kholdun FISIP kajian Kitab MAFAHIM YAJIB AN TUSHOHHAH bersama Majlis Al Hawariyun. Majlis diadakan oleh Ta'mir Masjid FISIP yang akan diisi oleh Ustadz Khoirul Anam (Tunggulwulung, Kota Malang).
3. InsyaaALLOOH hari Kamis tgl 10 Sya'ban 1436 H/ 28 Mei 2015 ba'da maghrib di Mushola FIA akan diadakan Majlis Al Ishlah yang diadakan oleh Menteri Agama BEM FIA.


Sumber : https://m.facebook.com/groups/310560322481913?view=permalink&id=361573220713956&_rdr#362109480660330

DIA BUKAN PENGEMIS, TAPI...





Syaikh Wasim Yusuf dalam salah satu khutbahnya mengisahkan, Kemarin ada seorang nenek berusia 50 tahun duduk di sebuah masjid yang terletak di salah satu sudut pasar Imarat dari pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore.

Di masjid itu dia berwudhu dan sholat. Dia membawa bekal makanan dari rumah anaknya untuk di makan di tempat tersebut. Sebab diantara waktu itu anaknya berada di tempat kerja.

Anda tau kenapa?

Wanita tua itu takut bila mengusik kehidupan keluarga anaknya, di mana sang anak lebih mendengar keluhan istrinya tentang ibunya lalu anaknya pun menghardiknya. Untuk mencari rasa aman ia memilih tinggal di masjid pasar tersebut hingga anaknya pulang kerja. (selesai)

Sahabat...
Cerita di atas mungkin belum pernah kita baca atau kita dengar dari ummat terdahulu.

Inilah zaman itu...
Zaman di mana laki-laki tunduk kepada istrinya, durhaka kepada ibunya, baik terhadap temannya namun kasar kepada bapaknya.

Iya, inilah zaman itu...
Zaman di mana seorang anak memilih menjauh dari ibunya demi mencari ridho istrinya.

Bersyukurlah bila anda masih memiliki kedua orang tua, terutama Ibu. Mereka adalah jembatan kita menuju ridho-Nya. Titilah jembatan itu, lewati dengan senyum yang manis. Jaga mereka, karena "Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!" (HR. Ahmad)

Qadhi Iyadh menjelaskan, "Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang paling baik dan paling tinggi. Dengan kata lain mentaati dan menjaga orang tua adalah sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang paling tinggi di dalamnya".

Alangkah meruginya orang yang mendapati kedua orang-tuanya telah lanjut usia, tapi ia tidak masuk surga, padahal kesempatan itu terbuka lebar dihapannya.

[Diringkas dari status FB Ustadz Aan Chandra Thalib, Lc.]

Pedang Cahaya.?

Jumat, 22 Mei 2015

Lemah lembut adalah pedang cahaya yang lebih tajam daripada pedang besi,pedang besi hanya merobek hantung dan membunuh namun pedang cahaya menwmbus jiwa dan merubah hati benci menjadi cinta

#Habib Mundzir bin Fuad Al Musawwa
 

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1062809847080959&set=a.908230892538856&type=1

Dimana Kepuasan itu.?

Hehehe.... 
Kebahagiaan kepuasan itu terletak pada prosesnya perjalanannya istiqomahnya.
Hasil adalah hadiahNya bukan tujuan sebenarnya.
Maka nikmati prosesnya karena banyak cerita didalamnya hehehe.
Seperti ketika dirimu melihat sepak bola.
Banyak cerita pada pertandingannya bukan hasil skorenya hehehe.

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=955365514485799&set=a.670482559640764.1073741828.100000370775338&type=1

Pasrah Total Pada-NYA

Ketika kepasrahan total kepadaNya maka sebenarnya dirimu dalam kenikmatanNya kedamaianNya.
Dan menuju jalan lurusNya pada kehendakNya dan disitulah kebahagiaan ada.
Namun ketika dirimu menuruti nafsumu justru kamu keluar relNya dan terperosok terjerumus dalam lembah dosa nafsumu.
Mudah dan otomatis sebenarnya.


Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=955366477819036&set=a.670482559640764.1073741828.100000370775338&type=1

Re-Copyright @ 2015 Media Share Aswaja. Re-Designed by AvD from AvD | AvD Brawijaya